Fitri’s Blog

Menulis dan berbagi informasi untuk kehidupan lebih baik

Sukrosa dalam Susu Formula, Apakah Aman
Parenting

Sukrosa dalam Susu Formula, Apakah Aman?

Susu formula menjadi salah satu kebutuhan penting untuk bayi. Alasannya adalah untuk melengkapi asupan nutrisi yang dibutuhkan agar pertumbuhan dan perkembangannya menjadi lebih optimal. Setiap susu formula memiliki kandungan yang berbeda-beda, sebagai orang tua kita juga harus mengetahuinya. Kali ini, kita akan membahas mengenai kandungan sukrosa dalam susu formula, apakah aman?

Mengenal Sukrosa

Pertama, Anda harus mengenal terlebih dahulu apa itu sukrosa. Secara sederhananya, sukrosa adalah gula meja, yaitu gula yang biasa digunakan untuk membuat teh atau kopi. Sukrosa ini terbentuk dari fruktosa dan glukosa yang saling menempel. Sukrosa memiliki dampak kurang baik untuk kesehatan anak, yaitu seperti obesitas dan bisa juga menyebabkan anak kurang gizi.

Sukrosa memiliki fungsi untuk menghasilkan energi, namun tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan. Pada anak-anak, saat mengonsumsi sukrosa berlebih maka energi yang dihasilkan juga akan melebihi kebutuhan di usianya. Alhasil, energi tersebut mengendap dan menjadi lemak. Sebernya, sukrosa dalam susu formula sudah tidak diperbolehkan, kecuali untuk formula tertentu.

Susu formula dengan sukrosa memang memiliki rasa yang lebih manis, dan mungkin anak-anak lebih menyukai susu formula ini. Jadi, sebagai orang tua, Anda harus pintar dalam memilih susu formula untuk anak, karena ini sangat berhubungan dengan tumbuh kembang anak. Jenis gula lain yang lebih disarankan adalah laktosa, karena gula ini juga terkandung dalam ASI.

Dampak Negatif Sukrosa

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin bisa lepas dari sukrosa atau gula. Pada makanan ataupun minuman. Kelebihan sukrosa dapat mengakibatkan beberapa dampak negatif pada tubuh. Jadi, jika anak masih mengonsumsi susu dengan kandungan sukrosa, mungkin sebaiknya diganti. Hal tersebut dikarenakan ada beberapa dampak negatifnya, seperti berikut.

1. Kerusakan Gigi

Masalah pertama yang sering muncul adalah kerusakan pada gigi anak. Kerusakan tersebut disebabkan adanya sisa gula yang menumpuk pada celah gigi, jika tidak dibersihkan secara rutin maka hal tersebut akan membuat gigi anak terkikis.

2. Obesitas

Risiko selanjutnya adalah obesitas. Sukrosa memiliki kandungan fruktosa yang akan ditumpuk oleh tubuh dan menjadi lemak untuk nantinya diubah menjadi energi. Namun, karena jumlah yang berlebih, lemak ini justru akan membuat anak menjadi obesitas.

3. Mengurangi Asupan Nutrisi Lain yang Dibutuhkan Tubuh

Selain obesitas, sukrosa juga bisa mengakibatkan anak kurang gizi. Hal tersebut dikarenakan, susu dengan sukrosa akan membuat anak lebih cepat kenyang, dan nafsu makannya pun akan menjadi menurun. Alhasil, asupan nutrisi hariannya pun tidak terpenuhi.

Itulah tadi sedikit penjelasan tentang sukrosa dalam susu formula. Jadi, sudah tahu kan apa dampaknya, selain dari susu, Anda juga perlu mengurangi sukrosa dalam makanan-makanan lainnya. Khusus untuk susu formula, Anda bisa memilih yang memiliki kandungan laktosa, meskipun rasa manis kurang kuat, namun baik untuk kesehatan anak.